Pada magang minggu ke enam, melakukan penanaman cabai dan penyulaman cabai. Penanaman cabai ini dilakukan dengan mengambil cabai yang sudah dibibit pada bulatan tanah dan dimasukkan kedalam media pada polibag. Kegiatan ini merupakan kegiatan tambahan yang dilakukan di Kebun Luwus. Penyulaman Cabai dilakukan pada tanaman cabai yang sudah mati dan digantikan dengan bibit cabai yang hidup. Kegiatan ini merupakan kegiatan tambahan yang dilakukan di Kebun Luwus.
Kamis, 29 Juni 2023
Magang Minggu ke 8
Pada magang minggu ke lima, melakukan kegiatan penyemaian dan pembibitan cabai. Penyemaian bibit cabai dilakukan di dalam keranjang yan sudah diberikan media dan pupuk. Pembibitan ini dilakukan dengan cara membuat bulatan (media tanah dan pupuk yang sudah diberikan sedikit air) pada bagian akar dan diletakkan di atas kedebong pisang (sebagai alas). Kegiatan ini merupakan kegiatan tambahan yang dilakukan di Kebun Luwus.
Magang Minggu ke 7
Pada magang minggu ke empat, melakukan kegiatan Pembuatan media untuk penanaman cabai. Pembuatan media untuk penanaman cabai ini dilakukan dengan cara mengisi polybag dengan media tanah yang sudah dicampur dengan pupuk organic. Kegiatan ini merupakan kegiatan tambahan yang dilakukan di Kebun Hortikultura Luwus.
Magang Minggu ke 6
Pada magang minggu ke lima, melakukan Aklimatisasi anggrek. Aklimatisasi anggrek merupakan proses pemindahan anggrek hasil kultur jaringan dari lingkungan yang terkontrol (di dalam ruangan inkubasi) ke kondisi lingkungan yang terkendali, baik suhu, cahaya, dan kelmbaban.
1) Aklimatisasi 2
dilakukan
pada anggrek dalam gerabah (aklimatisasi 1) dan dipindahkan ke dalam tray.
Untuk media yang digunakan pada aklimatisasi 2 hanya menggunakan moss. Dalam 1
tray terisi 1 anggrek, jika dirasa anggrek berukuran kecil dapat diisikan
dengan 2 anggrek.
2)
Aklimatisasi 3
dilakukan
pada anggrek yang di tanam pada tray (aklimatisasi 2) dipindahkan ke dalam cup
agar-agar. Untuk media yang digunakan yaitu menggunakan arang dan moss.
3)
Aklimatisasi 4
yakni
aklimatisasi yang terkahir dilakukan. Aklimatisasi 4 ini dilakukan pada anggrek
yang berada di dalam cup (aklimatisasi 3) dipindahkan ke dalam polipot anggrek yang sudah
berisikan media arang dan moss. Lalu anggrek siap untuk diperjual belikan.
Magang Minggu ke 5
Pada magang minggu ke lima, melakukan Aklimatisasi anggrek. Aklimatisasi anggrek merupakan proses pemindahan anggrek hasil kultur jaringan dari lingkungan yang terkontrol (di dalam ruangan inkubasi) ke kondisi lingkungan yang terkendali, baik suhu, cahaya, dan kelmbaban. Aklimatisasi 1 dilakukan pada anggrek yang berumur 6 bulan/ lebih atau jika dirasa anggrek sudah cukup besar dan siap dilakukan aklimatisasi. Lalu anggrek dikeluarkan dari botol dengan menggunakan pinset, kemudian dilakukan pencucian pada air mengalir untuk menghilangkan sisa-sisa media yang masih tertempel pada anggrek. Setelah dilakukan pencucian anggrek kemudian diangin-anginkan. Setelah diangin-anginkan anggrek kemudian ditanaman pada gerabah dengan menggunakan arang dan moss.
Mangang Minggu Ke 4
Pada magang minggu ke empat, melakukan pembuatan larutan stok (unsur hara mikro). Unsur hara mikro adalah unsur yang diperlukan tanaman dalam jumlah sedikit. Walaupun hanya diserap dalam jumlah kecil, tetapi amat penting untuk menunjang keberhasilan proses-proses dalam tumbuhan. Pembuatan larutan stok ini digunakan agar mempermudah saat pembuatan media untuk kultur jaringan. Unsur hara mikro ini seperti Magensium sulfat tetrahidrat/ mangan II (MnSO4.4H2) sebanyak 200 mg/L, Fe tatrat sebnayak 28 mg/L, Fero sulfat/ besi II sulfat (FeSO4) sebanyak 27,8 mg/L, Natrium kalsium ethylene diamene tetraacetic (Na2EDT) sebanyak 37,2 mg/L.
Magang Minggu ke 3
Pada magang minggu ke tiga, melakukan kegiatan penggantian kapas pada tutup botol kultur jaringan dan sterilisasi alat. Penggantian kapas ini dilakukan secara rutin setiap botol dicuci maka dengan otomatis kapas juga dilakukan penggantian. Penggantian kapas ini berfungsi agar kapas pada tutup botol selalu dalam keadaan bersih. Sterilisasi alat dan botol kultur jaringan ini berfungsi agar alat dan botol yang akan digunakan dalam kultur jaringan dalam keadaan steril guna untuk mecegah adanya kontaminasi. Setelah dilakukan sterilisasi botol disimpan pada keranjang dan untuk alat disimpan ke dalam oven.


















